A place where you need to follow for what happening in world cup

Kelangkaan Obat Covid-19, Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Langsung Menanggapi

0 5

Dinas Kominfo Jatim || Gerbang News

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta memberikan tanggapan atas keluhan masyarakat perihal kelangkaan obat untuk penanganan pasien Covid-19. Penjelasan disampaikan saat menghadiri Gerakan Lawan Covid-19 di Kabupaten Tuban, pada hari Selasa (13/07/2021).

“Saat-saat seperti ini, saya melihat keluhan bahwa ada kelangkaan obat. Maka Insya Allah besok itu akan diluncurkan paket obat oleh Pak Presiden, sehingga kebutuhan-kebutuhan, terutama yang isolasi mandiri relatif akan bisa ter-support,” kata Khofifah.

“Saya ingin mengajak pada saat-saat seperti ini sesungguhnya jangan ada kecenderungan, apalagi melakukan penimbunan obat. Jangan ada yang melakukan menimbun oksigen. Lengkap tentu dengan tabung atau silindernya,” harapnya.

Gubernur juga memohon kerelawanan bersama untuk bisa mengajak kepada masyarakat saling membantu saat penerapan PPKM Darurat. “Ayo, sekarang kita baktikan diri kita semua untuk memberikan terbaik bagi masyarakat yang memungkinkan bisa kita layani,” ujar Khofifah.

Kapolda Jatim juga menyampaikan, pihaknya tetap menjaga stabilisasi kebutuhan obat dan oksigen agar pendistribusiannya sampai ke bawah, ke lini terdepan di Puskesmas, di toko-toko atau masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga.

Terkait itu semua, Kapolda Jatim telah membentuk Satgas dan membentuk tim. Irjen Nico mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika membutuhkan obat-obatan dan oksigen datang ke Rumah Sakit Umum Daerah, datang ke Puskesmas, datang ke toko-toko yang telah ditentukan.

“Masyarakat jangan membeli untuk dirinya sendiri ataupun lebih-lebih menjual dengan mengambil keuntungan dalam situasi seperti ini,” tegas Kapolda.

Forkopimda Jatim, kata Kapolda, akan selalu berkomitmen menyediakan kebutuhan tersebut, yaitu ketersediaan distribusi dan stabilitas harga sesuai dengan aturan yang ada.

“Untuk sanksi semua sudah diatur dengan Undang-Undang. Sekarang ini bukan masalah sanksinya, tetapi niat dari masyarakat untuk menimbun, menyimpan obat-obatan dan oksigen, meskipun dirinya tidak kena. Itu hal yang salah,” jelas Kapolda.

“Apalagi ada oknum-oknum yang menimbun untuk dijual dan mendapatkan keuntungan yang lebih, baik yang menimbun obat-obatan, maupun oksigen. Tim di seluruh Jawa Timur, baik dari Polda maupun Polres bersama-sama untuk menanggulangi itu,” ungkapnya.

Nico berpesan kepada seluruh masyarakat untuk yakin bahwa pemerintah sudah menyiapkan dan semua sedang berupaya untuk menyiapkan hal tersebut. “Jangan panik, tetap tinggal di rumah, patuhi 5 M. Jaga diri, Jaga Keluarga, dan Jaga Negara,” pungkasnya. ( Syam )

Leave A Reply

Your email address will not be published.