A place where you need to follow for what happening in world cup

Berikut Arahan “Penanganan Covid-19” Panglima TNI dan Kapolri Ketika Berkunjung Ke Jawa Timur

173

Jawa Timur || Gerbang News

Panglima TNI dan Kapolri memberikan pengarahan kepada Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jawa Timur terkait penanganan covid-19 di Jawa Timur, pada hari Jumat (11/06/2021) di Lanudal Juanda, Sidoarjo.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya memaparkan situasi penyebaran covid serta langkah – langkah penanganan penyebaran covid-19 di Jawa Timur, sehingga terjadi peningkatan kasus aktif. Data 3 hari terakhir, yaitu tanggal 8, 9 dan 10 sebanyak 389, 401 dan 425 kasus aktif.

“Ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit rujukan covid-19 di Kabupaten Bangkalan mencapai 80%. Untuk itu, kami berupaya menyediakan tempat isolasi mandiri di Balai Pengembangan Wilayah Surabaya dan Madura (BPWS), Balai Diklat Pemda Bangkalan, dan Universitas Bangkalan,” papar Pangdam V/Brawijaya.

Upaya yang dilakukan dalam penanganan covid-19 di Kabupaten Bangkalan, diantaranya penerapan 3M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan 3T, yaitu Testing , Tracing, Treatment.

Pengendalian Kasus dengan optimalisasi fungsi PPKM Mikro memastikan ketersediaan BOR, pemberian sembako serta peningkatan Vaksinasi.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam kegiatan tersebut memberi pengarahan untuk pelaksanaan vaksinasi diprioritaskan terhadap lansia, karena porsentase angka kematiannya tinggi.

“Isolasi mandiri harus dilakukan pengawasan yang ketat, supaya tidak menjadi faktor pemicu meningkatnya penyebaran,” arah Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Laksanakan briefing terhadap anggota yang melaksanan tugas, supaya memahami tugas pokok dalam penanganan covid-19,” perintah Panglima TNI.

SenadaKapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga mengatakan, penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan sudah mulai terkoordinir dan terorganisir, serta sinergitas dalam penanganan covid 19 harus tetap dijaga.

“Menurut analisa Presiden Jokowi, kita lemah di testing dan tracing, dan kuat di treatment. Hal tersebut dapat menjadi evaluasi dalam penanganan covid-19 kedepan,” kata Kapolri.

“Pelaksanaan optimalisasi PPKM Mikro, terutama di daerah dengan angka sebaran covid-19 yang tinggi. Tes PCR supaya dioptimalkan pelaksanaannya, agar proses tes PCR hasilnya tidak lebih dari 1 hari,” tegasnya Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Lebih lanjut Kapolri menegaskan, dalam penanganan manajemen covid-19 harus bagus mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai pada tahap pengawasan.

“Penanganan lonjakan penyebaran covid-19 di Bangkalan bisa menjadi role mode dan diadopsi oleh wilayah lain apabila mengalami hal serupa, mulai dari pembagian rayonisasi, pengorganisasian hingga penanganan lainnya,” pungkas Kapolri. (Moh Sumbri)

Comments are closed.