Daerah Internasional Jawa Timur KBRS Perjuangan Nasional Opini PDI Perjuangan Surabaya

Yanto Banteng: Terus Dukung Calon Walikota Surabaya Eri – Armuji Menang

Surabaya || Gerbang News

Penulis: YANTO BANTENG

KADUNG !
Kalau tahu harus begini jadinya, mengapa tidak melawan ? Begitulah kira-kira yang ada dibenak penulis.

Rekomendasi melayang, pendukung terpecah dukungan, dan sisa-sisa loyalis menyebrang dukungan.

Berargumen apapun boleh untuk mengelak mengarahkan arah dukungan, tetapi boleh juga kan lawan bicara berargumen itu hanya ALASAN SEDERHANA.

Awal kecemasan dimulai sebulan sebelum rekomendasi turun, dimana penulis yang sempat di minta duduk bersebelahan dengan WS sapaan akrab Whisnu Sakti Buana ketika berkunjung disebuah acara di Krembangan.

Hal yang tidak diinginkan pun terjadi pada tanggal 2 September 2020. Tanggal yang menjadi ingatan buruk, rekomendasi meleset ! Jatuh ke orang lain, bukan kader.

Sirna harapan ?
Penulis rasa tidak, tapi harus dengan keberanian EKSTRA untuk melakukannya. “Merapat ke partai lain dan minta dukungan maju Pilwali sebagai Calon Walikota “.
Walaupun waktu begitu mepet, tapi kerja politik rasanya sanggup untuk melakukan. Dan cara itupun tidak dilakukan.
Tamat ?
Tidak !

Ironisnya, perkembangan waktu seakan cepat meninggalkan Walikota harapan. Perkembangan selanjutnya hanya menerima asumsi-asumsi pendukung atau penghalang. Entah tindakan apa yang harus dilakukan.

Ternyata Blunder !

Menurut penulis ini, sesuatu tindakan yang akan menyudutkan keberadaannya di partai Banteng gemuk. Benar memang tidak mengarahkan dukungan pendukungnya ke paslon Kompetitor partainya di konstelasi pertarungan walikota, tetapi di lapangan cukup jelas untuk menuduh Wakil Walikota yang sampai saat ini diembannya.

WS boleh mengelak, tapi kakak kandungnya ( Jagat Hari Seno ) terang-terangan berpihak pada paslon sebelah.
WS boleh jadi tidak mengarahkan, tetapi ketika deklarasi ‘ BANTENG KETATON ‘ tepat di depan kantor yang dulunya sebagai posko Promeg/PRRT walupun di luar pagar. Tetap saja orang lain punya hak untuk berasumsi bahwa WS terlibat ( Sekali lagi WS boleh ngLES dengan banyak argumen, tapi bolehkan yang lain juga menganggap WS di balik semua itu ).

Politik !

Sah-sah saja siapa melakukan apa, dan apa dilakukan siapa.
Sebagai pengharap, WS bisa melanjutkan langkah sebagai L1. Penulis lalu bersikap diam seperti apa yang dilakukan calon yang di jagokan, hanya saja sikap MANUT WS tidak pernah diikuti.

Tawaran dari kedua timses, bahkan dari salah satu paslon pun tidak di gubris. Banyak tawaran yang ditujukan pada penulis untuk menjadi bagian dari pemenangan. Hingga pada akhirnya tidak dapat mengelak, karena yang meminta orang yang sangat di Segani.

Penulis larut bersama lembaganya untuk membantu sebagai relawan pada paslon yang sebenarnya tidak dikehendaki. Begitulah jalan politik yang harus dijalani. Walau hati tidak sejalan, namun nalar berjalan tidak beriring. Hanya sebatas Relawan, tapi jalan yang dilakukan begitu luar biasa.

KERJA PROFESIONAL

Hingga sampailah Hasan KBRSP Sekretaris Keluarga Besar Rakyat Surabaya Perjuangan ( KBRS Perjuangan-red ) berjumpa dengan paslon yang saat ini di DUKUNG.

Kesempatan waktu yang diberikan untuk ketemu memang sempat di tolak.
Rasa SUNGKAN dari calon walikota Nomor urut 1 ( Eri Cahyadi ) yang sempat terucap, karena penulis pernah juga menjadi relawan WS.

Politik masih merasa SUNGKAN ?!
Apa iya politik masih mengenal rasa sungkan ?
Terjawab TIDAK !
Politik jangan ada rasa itu.
RASA SUNGKAN.
Walaupun rasa itu sebagai batas TEPOH SELIROH.

Mari melanjutkan langkah kita masing-masing, ambil peran yang sudah digariskan !
Sebagaimana niatan kita untuk turut serta mewarnai KEBAIKAN yang selama ini sudah dilakukan.

+ : ” ERI ARMUJI ? ”
– : ” MENANG !
+ : ” ERI ARMUJI ? ”
– : ” MENANG ! ”
+ : ” ERI ARMUJI ? ”
– : ” MENANG ! ”
………………………………..
+ : ” ERJI ? ”
– : ” COBLOS ! ”
+ : ” ERJI ? ”
– : ” COBLOS ! ”
+ : ” ERJI ”
– : ” COBLOS ! ”
………………………………..
+ : ” COBLOS NOMOR ? ”
– : ” SATU ! ”
+ : ” COBLOS NOMOR ? ”
– : ” SATU ! ”
+ : ” COBLOS NOMOR ? ”
– : ” SATU ! ”
+ : ” Matur sembah nuwun.
Waasalammualaikum warahmatullahi waa barakatuhu.
Salam Sejahtera.
Rahayu – Rahayu – Rahayu.” ( Red )

Slider

 
 
 

Categories