Surabaya || Gerbang News
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengajak para ibu untuk menjadi garda terdepan literasi digital di lingkungan keluarga. Ajakan tersebut disampaikan dalam Podcast bertema “Ibu Cerdas, Bijak Bermedia Sosial” yang dipandu oleh host Nur Ulfainyy dan digelar di kantor JawaposTV, Surabaya, Kamis (13/2/2026).
Sherlita mengatakan kemajuan teknologi digital membawa berbagai kemudahan, mulai dari efisiensi komunikasi hingga percepatan proses administrasi. Namun di sisi lain, tingginya penggunaan internet juga memunculkan tantangan berupa meningkatnya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
Ia menghimbau masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memeriksa sumber informasi, terutama dari media yang kredibel. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan klarifikasi melalui layanan “Klinik Hoaks” yang disediakan oleh Kominfo.
“Cara paling sederhana adalah menempatkan diri sebagai pihak yang diberitakan. Jika kita tidak ingin diperlakukan seperti itu, maka jangan menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya,” jelas Sherlita
Lebih lanjut, ia juga menyoroti maraknya kasus penipuan digital atau scamming yang menjadi ancaman baru dalam ekosistem digital. Dalam sosialisasi literasi keuangan digital bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dikenal istilah golden time selama 15 menit sejak korban menyadari adanya penipuan.
“Kalau kemarin dengan teman-teman OJK terkait literasi keuangan digital itu, ada golden time nya. Mereka menyebutnya golden time. Jadi sejak kita tahu bahwa kita ditipu, itu sampai pelaporan kira-kira golden time nya 15 menit. Jangan lebih dari itu,” ungkapnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin menjadi narasumber dalam podcast Jawapos TV
Dalam rentang waktu tersebut, transaksi masih memiliki peluang untuk ditelusuri dan dihentikan sebelum dana berpindah ke rekening lain. Oleh karena itu, masyarakat yang mengalami penipuan diimbau segera melapor melalui call center 157 atau ke Indonesia Anti Scamming Center (IASC) agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Sherlita menegaskan bahwa AI dan teknologi digital pada dasarnya merupakan alat yang dapat memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara bijak. Namun, teknologi yang sama juga berpotensi menimbulkan dampak negatif jika dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi palsu.
Ia mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk berperan aktif sebagai garda terdepan literasi digital dalam keluarga. Menurutnya, kebiasaan bijak bermedia sosial akan berdampak pada pembentukan karakter anak di masa depan.
“Gunakan media sosial dengan bijak, jangan meneruskan berita yang belum jelas kebenarannya, dan biasakan membaca serta memverifikasi informasi. Ibu yang cerdas hari ini akan melahirkan anak yang cerdas di masa depan,” tutupnya.
Melalui podcast tersebut, Sherlita berharap masyarakat semakin sadar untuk menggunakan media sosial secara bijak, tidak mudah terprovokasi, serta mampu menjadi bagian dari penyebar informasi yang positif dan berfaedah di ruang digital. (Sumber)