• Wed. Sep 23rd, 2020

Sejarah polri || Gerbang News

Siapa sangka jika cikal bakal berdirinya Kepolisian Republik Indonesia dicetuskan oleh Gajah Mada, seorang Patih dari Kerajaan Majapahit yang kala itu dipimpin Sri Jayanagara.

Menurut sejarah, pada zaman Kerajaan Majapahit, Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan ‘Bhayangkara’, yang bertugas melindungi raja dan kerajaan.

Dikutip dari buku Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi, pasukan super elit dimasanya itu, memiliki anggota dengan kemampuan tinggi dalam hal membidik sasaran. Kemampuan itu bahkan dikatakan hampir mustahil dimiliki oleh orang biasa di luar Bhayangkara.

Dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan, para pendekar Bhayangkara ini dibekali 3 senjata, yakni anak panah, pisau terbang dan pedang panjang. Formasi ketika menunggang kuda pun memakai taktik berjarak, yang menjadi ciri khasnya.

Seperti dikisahkan pada peristiwa besar pemberontakan Ra Kuti di tahun 1319, dimana nyawa Sri Jayanagara sangat terancam. Di misi keselamatan itu, pasukan Bhayangkara yang dipimpin Patih Gajah Mada membawa sang raja keluar dari pusat pemerintahan menuju wilayah Bedander yang ada di pegunungan Kapur Utara.

Untuk menyelamatkan penumpasan misi pemberontak, Patih Gajah Mada tegas dan keras dalam menjalankan aturan hukum, serta melarang siapa pun dari anggota Bhayangkara pergi meninggalkan pasukan.

Di tengah perjalanan, salah seorang anggota Bhayangkara pergi dan dianggap sebagai penghianat. Padahal perintah yang dikeluarkan bukan untuk mengekang, tapi untuk memastikan misi berjalan sesuai rencana. Dan setelah ditemukan oleh Patih Gajah Mada, maka langsung di bunuh.

Dengan keteguhan prinsip yang dimiliki Patih Gajah Mada bahwa hukum harus ditegakkan, siapa pun yang melanggar, maka harus menerima akibatnya. Meskipun ia adalah temannya sendiri.

Kedisiplinan dan kesetiaan kepada negara selalu ditunjukkan Gajah Mada dalam setiap menjalankan tugasnya. Tanpa nilai-nilai itu, seorang prajurit akan kehilangan ke-bhayangkara-annya.

Pasukan Gajah Mada memegang teguh 4 nilai kebhayangkaraan (Catur Prasetya). Keempat nilai ini hingga sekarang masih dianut oleh Polri, yakni Satya Haprabu (setia kepada pimpinan negara), Hanyaken Musuh (mengenyahkan musuh negara), Gineung Pratidina (bertekad mempertahankan negara), dan Tan Satrisna (iklhas dalam bertugas). ( Ali )