Daerah Dinas Kominfo Jatim Internasional Jawa Timur Nasional Pemprov Jatim

BI Jatim Pastikan Sistem Pembayaran Lancar Selama Ramadhan dan Idul Fitri

Dinas Kominfo Jatim || Gerbang News

Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur berkomitmen penuh terhadap terselenggaranya layanan sistem pembayaran yang aman, lancar, andal, dan efisien. Kemudian memastikan ketersediaan uang Rupiah di masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri dan ditengah situasi pandemi Covid-19.

BI Jatim telah melibatkan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) dalam pendistribusian uang layak edar, sehingga kegiatan penukaran uang layak edar yang rutin dilakukan dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri dapat dilakukan melalui Perbankan.

“Untuk itu, BI juga memastikan bahwa uang layak edar tersebut telah terjaga kebersihannya sesuai dengan protokol Covid-19,” ujar Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dalam diskusi pagi bersama media melalui media online, Selasa (28/04/2020).

Difi dalam pemaparannya juga menyampaikan, bahwa dalam rangka melaksanakan protokol Covid-19, Bank Indonesia telah menyiapkan layanan kas khusus perbankan di Lokasi Kerja Alternatif (LKA) yaitu di Gedung De Javasche Bank, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

Sementara Kepala Grup Sistem Pembayaran & Pengedaran Uang Rupiah Imam Subarkah menambahkan, bahwa BI Jatim juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam hal kegiatan operasional Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asisng Bukan Bank (KUPVA BB) di wilayah Jawa Timur. Hali ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya tumpukan settlement transaksi di kemudian hari.

Menurut dia, sampai dengan tanggal 27 April 2020, terdapat 6 dari 65 KUPVA BB di Jawa Timur telah menutup sementara kegiatan usahanya, dan sejak akhir Maret 2020 transaksi KUPVA BB mengalami penurunan hingga ± 50- 80% dari kondisi normal.

Sedangkan transaksi Penyelenggara Transfer Dana Bukan Bank (PTD BB) secara umum masih stabil. Terdapat 1 negara partner yaitu Timur Leste yang masih melakukan lockdown, sehingga transaksi PTD dari negara tersebut mengalami penurunan transaksi hingga 50-70%. Sementara untuk negara partner PTD lainnya seperti Hongkong dan Taiwan tidak terjadi penurunan transaksi.

Selanjutnya, untuk mendorong optimalisasi pembayaran secara Non Tunai, BI Jatim terus mendukung implementasi penggunaan QRIS pada merchant-merchant di Jawa Timur. “Sejak akhir Februari 2020 s.d tanggal 24 April 2020, terdapat pembahan 67.175 merchant QRIS baru, atau meningkat sebesar 20,7%,” ujar Imam.

Difi menambahkan, bahwa dalam mendukung transaksi pembayaran masyarakat secara non tunai dalam situasi pandemic Covid-19, Bank Indonesia juga telah mengeluarkan sejumlah ketentuan relaksasi kebijakan sistem pembayaran antara lain :

a.Kebijakan penyesuaian tarif Merchant Discount Rate (MDR) untuk pelaku usaha mikro

b.Kebijakan pelonggaran kartu kredit efektif per 1 Mei 2020

“BI Jatim mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah Daerah dalam menangani penyebaran dan dampak COVID-19, termasuk kebijakan Pemerintah Daerah dalam mengimplementasikan PSBB di sejumlah wilayah, serta akan terus mengawal kelancaran sistem pembayaran dan menjaga ketersediaan uang rupiah di Jawa Timur,” pungkas Difi. ( Syam )

Slider

 
 
 

Categories