Mengenal Trading Hary Suwanda

By Redaksi 12 Jan 2020, 15:08:05 WIB Surabaya
Mengenal Trading Hary Suwanda

Keterangan Gambar : Contoh penggunaan trader


Surabaya || Gerbang News

 

Hary Suwanda mulai dikenal publik sejak ia menjadi pembicara dalam seminar-seminar trading diberbagai wilayah di Indonesia, serta menulis dua judul buku tentang pasar modal. Menurut para peserta yang pernah menghadiri seminarnya, Hary Suwanda merupakan salah seorang trader sukses Indonesia. Berangkat dari US Options, kini CEO Lumen Capital Resource tersebut lebih menggeluti trading saham.

 

Sudah tak sesering dulu dalam menjadi pembicara seminar trader sukses Indonesia diberbagai kota, Hary Suwanda kini dapat lebih fokus menjalankan trading-nya dari rumah. Fokus trading Hary adalah trading saham, meski terkadang ia masih bertrading US options dan forex.

 

Apakah Hary sudah memilih trading sebagai profesinya sejak muda? Ternyata tidak. Sebelum menjadi salah seorang trader sukses Indonesia, alumni ITS Surabaya angkatan 1989 dan IEU Surabaya angkatan 1994 ini justru mengenal trading setelah dirinya terkena PHK dari sebuah perusahaan pada masa krisis moneter tahun 1998. Dengan jabatan terakhir sebagai Asisten GM, Hary yang terpaksa kehilangan pekerjaan saat tengah mempersiapkan pernikahannya itu, akhirnya harus berjuang keras.

 

Berbagai macam pekerjaan pernah ia lakoni, seperti bekerja di Oil&Gas di proyek Caltex Riau, Land Clearing di Hutan Kiliranjao di perbatasan Sumbar dan Riau, hingga menggeluti bisnis Multi Level Marketing alias MLM. Tak sepraktis bisnis MLM sekarang yang sudah memanfaatkan ponsel pintar, kala itu, Hary masih harus memprospek orang dari rumah ke rumah, yang tak jarang berakhir dengan usiran dan penolakan. Meski demikian, pria asal Singaraja, Bali, yang kini berdomisili di Surabaya ini, mengaku tak menyesal. Dari MLM, dia mendapatkan kemampuan berbicara dihadapan publik.

 

Ia berhenti dari bisnis MLM karena terkena "racun" Pasar Modal di tahun 2004. Mengawali karirnya sebagai trader sukses Indonesia, ia mempelajari trading Pasar Modal secara otodidak dari buku-buku di perpustakaan UBAYA. Tak hanya membacanya, Hary juga berusaha memahami isi buku-buku pasar modal tersebut secara mendetail dan mengikuti workshop-workshop trading. Sampai akhirnya, ia berhasil menjadikan trading for living seperti sekarang. Pengalaman pahit di-PHK dari perusahaan pun telah bisa dipandangnya sebagai berkah.

 

Trading Itu Menarik Karena Independen

 

"Mengapa tertarik pada trading? Hal itu karena sifat trading yang tidak tergantung pada orang lain. Trading hanyalah urusan antara trader dengan layar monitor saja," kata Hary. Selain itu, instrumen trading yang menjadi konsentrasi Hary adalah saham.

 

Options lebih ia fungsikan sebagai proteksi, dan trading forex hanya untuk selingan saja. Dalam hal ini, Hary menekankan bahwa options yang ia maksud bukanlah binary options, melainkan US Options.

 

Options Bukan Binary Options

 

Apa itu US Options?

 

"US Options adalah Options yang diperdagangkan secara resmi di bursa-bursa Options Amerika, seperti CBOE, CME, CBOT, NYMEX, dan lain-lain. Sementara Binary Options hanyalah produk bikinan perusahan-perusahaan broker forex, yang tidak ada bursa resmi dan tidak ada lembaga otoritas atau badan pengawas yang kredibel. "Karena itu, saya selalu wanti-wanti ke pemula, selain hindari forex, lebih penting lagi hindari binary options. Binary options itu bukan options," tulis Hary Suwanda.

 

Dari ketiga instrumen tersebut, Hary Suwanda pun mengakui, bahwa saham adalah yang paling nyaman ditradingkan dan lebih profitable daripada options dan forex.

 

"Saya pertama kali mengenal dunia trading investasi Saham di tahun 2004. Saya memulai profesi sebagai Trader melalui bursa Amerika. Saya pakai broker OptionsXpress, juga Refco Singapura, yang kemudian berganti menjadi Man Financial, dan terakhir saya menggunakan Interactive Brokers (salah satu dari 10 broker top AS yang digunakan trader harian) hingga sekarang. Saya baru mulai aktif trading saham di Bursa Efek Indonesia sejak akhir 2006. Sungguh timing yang sangat buruk untuk mulai masuk BEI, sempat mengalami keuntungan di tahun 2007, namun keuntungan tersebut lenyap di tahun 2008. Baru masuk BEI lagi sekitar pertengahan 2010," papar Hary Suwanda di laman Facebook-nya.

 

Pengguna Strategi Quantitative Trading 

 

Dalam bertrading saham, Hary memilih menggunakan metode Quantitative Trading. Quantitative Trading ini merupakan pengembangan dari analisa teknikal, yang berusaha menambal kelemahan analisa teknikal. Jadi, dapat dikatakan analisa kuantitatif adalah analisa teknikal yang lebih modern. Sedangkan untuk bertrading forex, Hary menggunakan strategi momentum untuk swing trading.

 

Quantitative Trading yang digunakan oleh Hary Suwanda terinspirasi dari idolanya yang ahli Matematika dan sekaligus investor asal Amerika, James Harris Simons, atau yang lebih dikenal sebagai Jim Simons. The Quant adalah julukan Jim Simons berkat kejeniusannya dalam bidang Matematika Kuantum.

 

Keahliannya itu membuat ia dan tim-nya yang seluruhnya merupakan ahli matematika, tanpa ahli ekonomi sama sekali, sukses mendobrak Wall Street dan memperoleh keuntungan besar. Meski demikian, cara trading Hary tidak sama dengan Simons, karena strategi trading Simons lebih tertutup.

 

Cut Loss, Tantangan Terberat Dalam Trading

 

Cut Loss merupakan tantangan yang diakui Hary sebagai momen terberat dalam trading. Cut loss adalah menjual saham pada harga yang lebih rendah daripada harga belinya. Intinya, Cut Loss adalah tindakan untuk mencegah agar trader yang sudah rugi, agar tidak mengalami kerugian yang lebih banyak lagi.

 

Walaupun akan selalu ada risiko dalam trading, yang salah satunya adalah cut loss tersebut, Hary mengatakan, bahwa kunci dari semuanya adalah kelihaian dalam manajemen risiko. Kebanyakan trader mengalami kerugian besar adalah karena ketidakmampuan mereka dalam menangani risiko. Oleh karena itu, teknik atau strategi sebaik apapun, jika tidak dibarengi dengan manajemen risiko yang baik, maka hasilnya juga tidak akan baik. ( Syam )




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Presiden & Wakil Presiden 2019 - 2024?
  Joko Widodo dan Ma'ruf Amin
  Probowo dan Sandiaga Uno

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video