Kanit Pidek Didampingi Ps Kaur Subbag Humas Polrestabes Surabaya Ungkap Makanan Olahan dan Limbah B3

By M. Ismail 10 Sep 2019, 19:05:49 WIB Polri
Kanit Pidek Didampingi Ps Kaur Subbag Humas Polrestabes Surabaya Ungkap Makanan Olahan dan Limbah B3

Keterangan Gambar : Kanit Pidek AKP Teguh bersama Ps Kaur Subbag Humas Ipda Mk. Umam menunjukkan barang bukti


Surabaya || Gerbang News

 

Perkara tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan/atau UU RI Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Jo PP Nomor 85 Tahun 1999 tentang perubahan atas PP Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun berhasil diungkap Unit V Pidek Satreskrim Polrestabes Surabaya.

 

Bertempat di jalan Zamhuri Rungkut Tengah Surabaya, Selasa (10/09/2019), para petugas Kepolisian yang dipimpin Kanit Pidek AKP Teguh didampingi Ps Kaur Subbag Humas Ipda Mk. Umam langsung menggelar konferensi pers.

 

Dalam keterangannya, AKP Teguh mengatakan, bahwa tempat atau gudang produksi pangan olahan dan sekaligus Pengolahan Limbah B3 tidak memiliki ijin yang dikelola oleh PT. USJ ini, diduga milik tersangka AH.

 

"Di tempat ini, kami mengamankan barang bukti bermacam-macam jenis makanan olahan berbagai merk tanpa ijin edar. Diantaranya, 20 bungkus merk dagang GOCENG jenis pangan ayam barbeque dan 20 bungkus merk dagang RAJAKONG jenis pangan makanan rasa original," ujar Kanit Pidek.

 

Sementara untuk makanan terdaftar dalam pengajuan pendaftaran pangan olahan BPOM (ereg), tanggal 28 Agustus 2019 dan beredar sejak November 2018, antara lain 20 bungkus jenis merk dagang GOPEK jenis pangan makanan ringan rasa ayam barbeque, 20 bungkus merk dagang IDOLA jenis pangan makanan ringan rasa sambal balado dan 20 bungkus merk dagang BELANG jenis pangan makanan rasa original.

 

"Selain itu, kami juga mengambil sample oli bekas dalam 1 botol ukuran kurang lebih 600 Ml," ungkap AKP Teguh didampingi Ipda Mk. Umam.

 

Kanit Pidek menjelaskan, produksi pangan olahan dengan bahan baku produk tersebut dilakukan dengan pengovenan (pengeringan), pengorengan dan pengemasan, yang mana untuk prosesnya mempergunakan alat dan juga SDM Manusia. "Sedangkan dalam proses pengolahan mempergunakan alat mesin yang tersedia adalah oven 5 unit, gorengan 1 unit, molen bumbu 8 unit," terangnya.

 

Pengolahannya pun, imbuh AKP Teguh, dengan cara, bahan dikeringkan dulu pada mesin oven untuk kemudian dilakukan pengorengan, dan selanjutnya dimasukkan ke dalam molen bumbu. "Setelah itu, baru dilakukan pembungkusan, yang kemudian didistribusikan atau diperdagangkan kepada konsumen," tutupnya.

 

Tersangka AH terancam Pasal 142 dan/atau Pasal 102 dan/atau Pasal 103 dan/atau Pasal 109 jo Pasal 59. ( Ismail / Humas )




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Presiden & Wakil Presiden 2019 - 2024?
  Joko Widodo dan Ma'ruf Amin
  Probowo dan Sandiaga Uno

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video