JAZZY DATE | Beberapa even jazz di Malang tidak bertahan lama dan kurang begitu laku dijual karena packaging yang kurang menarik.Karena itu Jazzy Date dirancang sebagai sebuah pagelaran jazz dengan kemasan baru yang diharapkan lebih menarik.
Demikian dikatakan Rachmatika Pandu, Ketua Panitia Penyelenggara Jazzy Date dalam konferensi pers di Kolala Bar & Teras Hotel Santika Premiere Malang, Senin (13/2) pukul 21.00 wib.
“Penyanyi jazz yang tampil di Jazzy Date syaratnya dua: wanita dan cantik.
Semula ada 6 nama penyanyi yang masuk list kami, namun untuk pentas Jazzy Date yang pertama kami menghadirkan Peppi Kamadhatu dan Olive Latuputty .” kata Pandu dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis yang hadir.
Kenapa menyanyikan lagu-lagu cover version dalam album rekaman Anda berdua yang sudah beredar selama ini, kenapa tidak lagu lagu karya sendiri? (Abdul Malik, GerbangNews.com)
“Saya dan Peppi Kamadhatu sama-sama bernaung dalam satu label yaitu Sangaji Records yang format lagunya memang begitu,” kata Olivia.
Kenapa Anda berdua bersedia tampil di Jazzy Date?
Peppi Kamadhatu:
Saya tertarik tampil di Malang, terakhir saya tampil di Malang tahun 97. Pasti sekarang suasana dan yang hadir berbeda Saya berusaha untuk tampil terbaik. Saya akan membawakan lagu-lagu dari empat album saya, yakni You Don't Know Me (2003), Peppi Kamadhatu (2005), Suddenly (2006), dan Misty : Best Collection(2006).
Saya percaya dengan feel saya. Segala sesuatu pasti sudah ada yang mengatur. Saya mengalir saja...
Olive Latuputty:
Saya selalu senang kalau ada ajakan tampil nyanyi jazz diluar Jakarta. 4 tahun lalu saya pentas di Malang bersama Parkdrive.
Saat ini bermunculan komunitas jazz baik di Malang, Blitar maupun Trengggalek. Apakah komunitas jazz yang sedang bertumbuh tersebut punya pengaruh bagi karir Anda di dunia jazz ? Menurut Anda berdua apa yang mesti dilakukan forum jazz tersebut (Djoko Purwanto, Malang Jazz Forum )
Peppi Kamadhatu:
Di Semarang ada komunitas jazz. Sempat vakum beberapa tahun. Semarang sempat terlewati untuk jadwal pentas jazz. Penggemar jazz banyak yang pergi ke Solo atau Jogja untuk nonton jazz. Saya sendiri belum mengetahui kabar terkini komunitas tersebut. Namun saya dengar ada beberapa anak muda yang mulai mengumpulkan lagi orang-orang lama. Saya sendiri baru comeback setelah istirahat 4 tahun.
Olive Latuputty:
Saya sangat mendukung adanya komunitas jazz. Komunitas jazz adalah urat nadi jazz sekarang.Dalam waktu dekat album baru saya beredar, saya akan merangkul komunitas jazz untuk distribusi dan promo album baru saya nantinya.
Konferensi pers ditutup dengan lantunan suara merdu dari Olive Latuputty dan Peppi Kamadhatu diiringi Musa (gitar) dan Ogut (piano) dari Farbig.
Keduanya menyanyikan lagu khusus bagi peserta jumpa pers malam itu, masing-masing What a Diff’rence a Day Made ( Olive Latuputty) dan Dindy (Peppi Kamadhatu).
Olive Latuputty dan Peppi Kamadhatu diiringi Farbig malam nanti, di Hotel Santika Premiere Malang Jl. Letjen Sutoyo 79, 14 Februari 2012 mulai pukul 7 malam bertepatan dengan Hari Valentine akan memuaskan publik jazz Malang. Sebuah pergelaran musik jazz yang sungguh sayang untuk dilewatkan.|lik
JAZZY DATE
14 Februari 2012
Pukul 19.00 wib
Di Hotel Santika Premiere Malang
Jl. Letjen Sutoyo 79 Malang 65141
Telp. 0341 - 405405
Menampilkan:
Olivia Latuputty, Peppi Kamadhatu & FARBIG Jazz Band.
Tiket
- Regular 3rdClass Rp. 110.000,00
- Regular 2ndClass Rp. 140.000,00
- Regular 1stClass Rp. 180.000,00
- Vip Shappire Rp. 220.000,00
- Vip Emerald Rp. 260.000,00
Pemesanan tiket:
- 081 7960 7171 (Rachmatika Pandu)
- 0856 499 333 04 (Firstasari)
| < Prev | Next > |
|---|


