SITUBONDO | Burung parkit persilangan lokal dan luar negeri ternyata mampu dijadikan bisnis yang menjanjikan. Selain kicaunnya yang cukup bagus, harga burung parkit ini cukup mahal.
Adalah Yoyok Mulyadi warga Desa Sumberkolak Kecamatan Kota Situbondo yang sejak 7 tahun silam menangkarkan burung parkit hasil persilangan antara parkit lokal dan Malaysia. Selain warna bulunya yang mencolok, burung parkit ini digemari para pecinta burung lantaran suara kicaunnya yang menawan.
Apalagi saat pagi hari, burung burung ini seolah menyapa pagi memberi tanda mengawali aktifitas pagi pada majikannya. Yoyok mengaku, menyilangkan burung parkit ini secara alami mengawinkan parkit lokal dengan malaysia dengan menangkarkan dalam sangkar besi pejantan dan betinanya.
Untuk pertumbuhannya, Yoyok memberi makan jagung muda, voor dan potongan sayuran kangkung berikut air untuk minum. Setelah dua minggu, umumnya parkit mulai bertelor dua pekan kemudian menetas, setelah parkit berusia tiga bulan, barulah siap dijual.
Menurut Yoyok, penangkar parkit, satu parkit ia menjual bervariasi dari harga Rp 60 ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung warna dan ukurannya. Saat ini yoyok memiliki ribuan parkit yang ditangkarkan di sangkar besi
Untuk pemeliharaannya yoyok dibantu satu pekerjanya bernama Arif. Arif mengaku menangkarkan parkit persilangan cukup mudah seperti layaknya memelihara burung pada umumnya. Menurut Arif, tiap hari setidaknya lima orang pembelinya datang di rumah majikannya untuk membeli puluhan parkit.
Tak hanya dari Situbondo, pembeli parkit datang dari Malang, Surabaya, Jember dan Banyuwangi. Bermula dari hobi memelihara burung parkit inilah kini Yoyok yang berprovesi sebagai pegawai negeri ini mengaku menjadikan hobinya itu sebagai lahan bisnis yang menjanjikan.|rto
| < Prev | Next > |
|---|



Comments
RSS feed for comments to this post