GerbangNews

Alternative flash content

To view this Flash you need Javascript on your browser and updated version of flash player.

Saat ini ada di: Teras Depan Gerbangnesia Hukumnesia Rekonstruksi Mutilasi Suami

Rekonstruksi Mutilasi Suami

User Rating: / 0
PoorBest 

31-01 rekontruksi mutilasiJOMBANG | Anda masih ingat dengan kasus istri membunuh dan memutilasi suaminya sendiri di Kabupaten Jombang, beberapa waktu lalu. Setelah proses pemeriksaan selesai, Selasa (31/01) siang tadi kasus tersebut di rekontruksi.

Ratusan warga tampak memadati halaman rumah almarhum Suyitno di Desa Mojowarno Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Mereka ingin melihat bagaimana korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tersebut dibunuh dan dimutilasi istrinya.

Dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian, Mujanah tiba di rumahnya dan memperagakan adegan pembunuhan terhadap suaminya satu persatu. Mulai dari membunuh suaminya dengan cara memukul kepalanya pake palu saat sang suami tengah tertidur lelap, hingga memotong jasad suaminya menjadi 8 bagian.

Kedelapan potongan tubuh tersebut lantas dibawa oleh tersangka ke areal persawahan yang terletak di belakang rumahnya untuk ditanam agar tidak diketahui warga. Melihat aksi sadis tersangka, sejumlah warga mengaku geram dan berharap tersangka dihukum seberat-beratnya.

Perbuatan tersangka ini terungkap setelah dua pekan kemudian warga menemukan potongan tengkorak kepala korban hanyut di tepi sungai. Beberapa hari kemudian warga kembali dikejutkan dengan penemuan potongan tubuh lainnya hingga akhirnya di ketahui bahwa potongan tubuh tersebut adalah milik Suyitno, tetangga mereka sendiri.

Dari penelusuran polisi, akhirnya diketahui bahwa pelaku mutilasi korban adalah istrinya sendiri. Sementara AKP Sugeng Widodo, Kasubag Humas Polres Jombang yang dihubungi terpisah menjelaskan bahwa dalam rekontruksi tersebut tersangka memperagakan 24 adegan, mulai dari membunuh, memotong atau memutilasi hingga menanam potongan tubuh suaminya untuk menghilangkan jejak.

Dari rekontruksi tersebut dapat diketahui bahwa pelaku menjalankan aksinya seorang diri. Adapun motif pelaku karena sakit hati sudah lama tidak di nafkahi dan bahkan sering diperlakukan kasar oleh korban serta tidak di beri bagian dari warisan orang tua korban.|tar

 

Add comment


Security code
Refresh