SUMENEP | Unjuk rasa ratusan warga ke PT Garam Sumenep, berlangsung ricuh. Kericuhan dipicu saat pengunjuk rasa memaksa menerobos pintu pagar yang dijaga ketat pihak keamanan PT Garam dan sejumlah kepolisian.
Unjuk rasa kali ini warga menuntut penggagalan proyek pembangunan saluran air yang meliputi areal pemakaman umum.
Meski terhalang pintu pagar, ratusan orang yang berunjuk rasa di Kantor Peggaraman I, terlibat aksi saling dorong denga aparat keamanan. Kericuhan dipicu lantaran pengunjuk rasa memaksa masuk pintu pagar yang jaga ketat aparat kepolisian.
Beruntung, kericuhan tidak berlangsung lama. Emosi pengunjuk rasa bisa segera diredam oleh sejumlah petugas. Ratusan warga petani garam asal Desa Marengan dan Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Kamis pagi berunjuk rasa didepan Kantor Penggaraman I PT Garam di Desa Pinggir Papas.
Warga menuntut digagalkannya proyek pembangunan saluran air yang meliputi areal pemakaman umum yang dikeramatkan oleh warga, seluas setengah hektare disekitar pemukiman warga setempat. Warga mengaku dirugikan jika pembangunan saluran air tersebut dilanjutkan.
Warga juga menuding PT Garam tidak melakukan sosialisasi akan dibangunnya saluran air untuk
kepentingan produksi garam tersebut kepada warga setempat.
“Kami merasa dilecehkan dan dirugikan jika makam dibuat saluran air. Kami minta PT Garam tidak arogan
dengan membuat saluran air di areal pemakaman,” kata Anwar Sadat, koordinator pengunjuk rasa.
Setelah dilakukan negosiasi, pihak PT Garam akhirnya menemui pengunjuk rasa. Pihak PT Garam membantah
jika dituding tidak melakukan sosialisasi. PT Garam juga berjanji akan mengalihkan pembangunan saluran air tersebut.
“Itu sudah sesuai dengan gambar pada program kami, kami sudah lakukan sosialisasi, hanya saja warga mungkin tida puas. Kami berjanji dalam waktu satu minggu ini, pembangunan akan dialihkan,” kata Mohamad
Farid, Kabid Umum PT Garam Sumenep.
Usai ditemui oleh pihak PT Garam, para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib, namun jika PT Garam tidak memenuhi janjinya, warga berjanji akan berunjuk rasa kembali.|hem
| < Prev | Next > |
|---|
Catatanesia 

