JOMBANG │Sejumlah anak-anak langsung menangis histeris saat akan disuntik vaksin difteri di Desa Jelakombo Kecamatan, Kota Jombang, Kamis siang (03/05). Tak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa termasuk gadis remaja ini juga menangis karena takut dengan jarum suntik.
Warga mengaku sengaja berbondong-bondong membawa keluarganya, mulai anak-anak hingga nenek-nenek ke rumah perangkat desanya di Desa Jelakombo, untuk meminta vaksin secara missal.
Warga mengaku cemas karena penderita suspek difteri di Kota Jombang dalam sebulan terakhir terus meningkat. Jika pada pertengahan April lalu jumlahnya 10 orang kini terus bertambah menjadi 18 orang.
Karena takut disuntik, sejumlah balita pun menangis histeris. Bahkan tak hanya anak-anak saja, sejumlah warga dewasa dan remaja juga ada yang menangis karena takut dengan jarum suntik.
dr. Heri Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, mengakui, dalam sebulan terakhir memang ada 18 warganya yang di larikan ke rumah sakit karena suspek difteri. Karena proses penularannya sangat mudah dan cepat, dokter Heri Wibowo menghimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke dokter jika merasa mengalami gejala difteri seperti batuk disertai panas tinggi.
Sebab bila tidak segera tertangani, menurut Heri Wibowo, difteri sangat berbahaya dan mematikan sehingga perlu di ambil langkah cepat dan penyebarannya diantisipasi. Dengan dilakukan vaksin secara massal, di harapkan masarakat akan kebal dengan virus difteri.
Tak hanya di Jombang saja, menurut dokter Heri Wibowo, vaksin secara massal ini juga dilakukan serentak di beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Jombang.|tar
| < Prev | Next > |
|---|


