SUMERNEP │Dihentikannya pembangunan pasar tradisional di Sumenep oleh pemerintah setempat, berakibat pada meruginya sejumlah pedagang pasar tersebut. Sempitnya lahan penampungan
menjadi alasan utama atas mengurangnya pendapatan pedagang.
Sudah tiga bulan terakhir, proyek pembangunan Pasar Anom Baru Sumenep, yang terletak di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Sumenep, dihentikan. Setelah mengalami kebakaran pada tahun 2007 lalu, pemerintah setempat menganggarkan rp 8, 1 milliar dari APBD untuk membangun kembali pasar tersebut. Namun pembangunan pasar tradisional tersebut justru bermasalah, diantaranya pengerjaan tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya dan pemasangan tiang pancang yang semestinya 12
meter, namun dipasang 6 meter.
Pemerintah lalu memutuskan kontrak kerja dengan PT Surya Bayu Sejahtera sebagai pemenang tender, sehingga pembangunannya harus dihentikan. Akibat dari pembangunan pasar yang tidak kunjung selesai, sejumlah pedagang mengaku rugi besar, karena lahan penampungan untuk berdagang sangat sempit.
Mangkraknya pembangunan pasar dan ditargetkan selesai pada tahun 2014 tersebut mendapat sorotan dari DPRD Sumenep, Haji Sonhaji anggota Komisi B DPRD Sumenep, mendesak pemerintah segera menyelesaikan pembangunan tersebut demi kelancaran perekonomian masyarakat.
Sementara Dinas Pendapatan Pengeluaran dan Aset, Kabupaten Sumenep, selaku penanggung jawab atas pembangunan pasar tidak mau memberikan keterangan atas mengkraknya pembangunan pasar tradisional tersebut.|hem
| < Prev | Next > |
|---|


