SUMENEP | Unjuk rasa menuntut kejelasan kasus dugaan korupsi dana pesangon, atau dana purna tugas anggota DPRD Sumenep periode 1999-2004, oleh sejumlah mahasiswa berlangsung ricuh.
Mahasiswa terlibat saling dorong dengan aparat kepolisia, yang berjaga ketat didepan pintu pagar kantor kejaksaan negeri sumenep. Mereka menuntut kejelasan kasus dugaan koropsi tersebut.
Unjuk rasa oleh puluhan mahasiswa di Sumenep, Madura, Rabu (18/04) siang berlangsung ricuh. Mahasiswa memaksa menerobos pintu masuk Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, Madura yang dijaga ketat aparat kepolisian.
Kericuhan dipicu karena mereka tidak segera ditemui oleh pihak Kejaksaan Negeri Sumenep. Mereka menuntut kejalasan kasus dugaan korupsi dana pesangaon, atau dana purna tugas anggota DPRD Sumenep, periode 1999-2004 sebesar Rp 2,2 milyar, yang diberikan kepada 45 orang pimpinan dan anggota dewan.
Masing-masing anggota dewan memperoleh dana Rp 48,6 juta, dengan rincian Rp 21.250.000 untuk purna bakti dan Rp 18.125.000 untuk fraksi. Kemudian Rp 4 juta untuk kesehatan dan Rp 5.312.000 untuk pengembangan SDM. Selain itu, beberapa anggota dewan yang menerima uang tambahan sebesar Rp 425.000.
Suasana kembali kondusif, setelah pihak Kejaksaan Negeri Sumenep, keluar dan menemui pengunjuk rasa. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sumenep, Akhmad Iriyanto, menjelasakan, kasus tersebut masih akan dilakukan pengkajian ulang, karena ada dua Undang-Undang yang bertentangan.
“Kasus ini berbeda jauh dengan kasus lain, ada dua Undang-Undang yang berbeda penafsiran, yaitu peraturan perintah dan peraturan daerah,” kata Akhmad Iriyanto, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumenep.
Proses kasus dugaan korupsi dana pesangon purna tugas anggota DPRD Sumenep ini, hampir tidak ada kejelasan. Mahasiswa mengaku akan terus mengawal kasus tersebut.
“Kami ingin kasus ini jelas arahnya, bukan ganti Kejari ganti rasa, dan ganti kasus, kami ingin kejelasan,” kata Satnawi, korlap aksi.
Pengunjuk rasa berjanji, jika dalam 20 hari kedepan kasus tersebut tidak ada kejelasan, mereka akan melakukan unjuk rasa kembali. Mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib.|hem
| < Prev | Next > |
|---|


