PASURUAN | Aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM dari konstituen PDIP di Kota Pasuruan, Selasa pagi tadi (27/03) berlangsung gempar. Salah seorang yang mengenakan sepatu sepak bola, membawa sajam, hingga harus diamankan aparat kepolisian. Setelah diperiksa, orang ini, mengindap penyakit gangguan jiwa.
Adi Suwandono, warga jalan Melati, RT 02, RW 09, No 42, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, terpaksa diamankan aparat kepolisian resort kota setempat, di saat berlangsungnya aksi unjuk rasa dari PDIP Kota Pasuruan, di Kantor Pemkot Pasuruan, di jalan Taman Pahlawan, Kota Pasuruan.
Pemuda berumur 20 tahun yang mengenakan baju olah raga dan sepatu sepak bola, membawa sebuah sajam jenis sabit yang ditenteng di hadapan petugas yang mengamankan jalannya aksi unjuk rasa ini. Karena dikawatirkan mengganggu situasi keamanan jalannya unjuk rasa, pemuda ini diamankan ke dalam mobil untuk dibawah Mapolresta setempat.
Awalnya, petugas menduga pemuda ini peserta unjuk rasa, karena posisinya berada dikerumunan pengunjuk rasa saat berlangsungnya penyampaian aspirasi. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, pemuda ini mengindap gangguan jiwa atau stress karena ditinggal kekasihnya menikah yang sengaja menonton demo. Demikian dijelaskan AKBP Atih Nursani Purwani, Kapolresta Pasuruan.
Meski begitu, pengunjuk rasa dengan jumlah kekuatan 25 orang massa dari PDIP berjalan tertib, dengan tuntutan menolak kenaikan BBM karena mensengsarakan masyarakat kecil. Selain itu, para pengunjuk rasa juga meminta aparat kepolisian segera melakukan rasia pada spekulan yang menimbun BBM, tegas Supranoto, korlap unras.
Setelah diterima Hasani, Walikota Pasuruan, pengunjuk rasa melanjutkan ke kantor DPRD kota setempat dan membubarkan diri.|dra


