Tim Anti Bandit Berhasil Gagalkan Peredaran Obat Antar Provinsi

By Team Gerbang 19 Jul 2017, 12:18:55 WIBPolrestabes Surabaya

Tim Anti Bandit Berhasil Gagalkan Peredaran Obat Antar Provinsi

Surabaya Gerbangnews.com

Tim Anti Bandit yang di bentuk oleh mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, Akbp Shinto Silitonga berhasil menggagalkan peredaran Obat yang tidak mempunyai izin edar yang akan di kirim ke Kalimantan. Diketahui Tiga Pengedar Obat Keras tersebut yakni, HS (30 tahun) warga Tempel Sukorejo, RS (26 tahun) warga Jalan Kranggan, dan HW alias Brintik (30 tahun) warga Petemon Barat, kesemuanya adalah warga Surabaya.

AKBP Leonard Sinambela Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya yang baru mengatakan, Terungkapnya Kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai tentang adanya pengiriman barang dari Semarang yang berbungkus kardus bertulisan merk Sandal Swallow dan Polo dengan balutan karung. Setelah di lakukan penyelidikan, Ternyata bungkusan tersebut berisi Obat Keras yang hendak diedarkan keluar pulau dengan menggunakan jasa expedisi. Obat Carnophen yang akan di kirim sebanyak 16 koli atau sekitar 404.800 ribu butir, Tutur AKBP Leonard Sinambela yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kasat Reskrim di Mapolrestabes Surabaya tersebut.

Menambahkan Leonard, " Obat Keras jenis Carnophen adalah obat yang sangat berbahaya yang sudah beredar di kalangan nelayan, Hal tersebut terjadi dikarenakan obat tersebut bisa menenangkan fikiran para nelayan saat mencari ikan di laut. Tetapi obat tersebut dapat melemaskan seluruh otot yang ada di seluruh badan sehingga sangat berbahaya bila di Konsumsi dan izin edarnya pun sudah di cabut oleh pihak BPOM ," Ucapnya tegas.

Dalam menjalankan aksinya, Para pelaku tersebut memesan obat Carnophen dari seseorang yang berada di Semarang, Jawa Tengah. Setelah sampai di Surabaya, Ketiganya mengambil barang tersebut dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia nopol L 1738 PC. Kemudian barang itu dibawa ke sebuah ekspedisi di jalan Semut Kali, dan rencananya akan dikirim ke Kalimantan.

Kepala Seksi Penyidikan BBPOM Jawa Timur Siti Aminah membenarkan, Bahwa mengenai izin edar obat jenis Carnophen itu sudah dicabut izin edarnya sejak tanggal 27 Oktober 2009.

Aksi para pelaku tersebut sudah di jalankan mulai tahun 2015, Ketiga tersangka membeli obat carnophen dengan harga Rp 200 juta. Kemudian oleh para pelaku obat tersebut dijual kembali dengan harga kisaran Rp 500 juta, Pundi - pundi rupiah yang dihasilkan dari jual beli obat yang sudah tidak berizin tersebut bisa mencapai ratusan juta atau bahkan tiga kali lipat dari modalnya.

Reporter : Basori
Editor : Syaiful

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Gerbang News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Berita Apa Yang Anda Sukai?
  Korupsi
  Kriminal

Komentar Terakhir

  • Sekolah Internasional di Bandung

    Beberapa alumni salah satu sekolah internasional di Bandung, tempat saja mengajar juga ...

    View Article
  • Sekolah Internasional di Bandung

    Beberapa alumni salah satu sekolah internasional di Bandung, tempat saja mengajar juga ...

    View Article
  • Singapore Curriculum

    Ternyata ada banyak permasalahan yang dihadapi oleh sekolah di Indonesia, terutama ...

    View Article
  • see more

    If you are a first time blogger, finding the site that will best suit your needs ...

    View Article