"Surabaya Darurat Debt Collector" Tak Terima Motor Ditarik Dijalan, Agus Solikin Lapor Polisi

By Team Gerbang 15 Apr 2017, 00:29:02 WIBKriminal

"Surabaya Darurat Debt Collector" Tak Terima Motor Ditarik Dijalan, Agus Solikin Lapor Polisi

Surabaya Gerbangnews.com

Debt Collector yang selama ini meresahkan masyarakat khususnya diwilayah Surabaya bakal masuk Penjara, Lantaran telah melakukan penarikan sepeda motor Vario warna putih dengan nomor polisi L 6700 QW ditengah jalan. PT Radana Finance yang berkantor di Ruko Wisma Kedung Asem Blok AA Surabaya, Digeruduk puluhan wartawan Kamis 13 April 2017 sekitar pukul 14.30 wib.

Agus Solikin selaku orang tua Korban Khoirotun Hisan saat ditemui awak media mengatakan, Kami tidak terima atas perlakuan yang dilakukan pihak Eksternal atau Debt Collector dalam menghentikan orang seenaknya di tengah Jalan. Namanya juga anak kecil, Kalau sudah takut jangankan disuruh tanda tangan mas, Disuruh menghabiskan makan cabai tanpa dikasih minum pun juga mau, Tutur orang tua Korban.
" Sepeda motor itu atas nama saya (Agus Solikin.red) yang dipakai oleh anaknya ke sekolah. Sesampai di jalan Ir. Soekarno atau Jalan Merr sekitar pukul 13.00 WIB, Korban Khoirotun Hisan yang tercatat sebagai salah seorang siswi SMK di Surabaya tiba - tiba motor yang dipakainya dihentikan oleh 3 orang yang mengaku Debt Collector dari Radana. Selanjutnya korban di giring ke Kantor Radana dan di paksa untuk menandatangani berkas dan menyerahkan motornya serta ditelantarkan. Karena merasa takut akhirnya korban menyerahkan motornya tersebut dan menangis menunggu saya minta dijemput, Ungkap Agus Solikin dengan nada kesal.

Tinus Pimpinan Redaksi OPSI yang selalu ikut mendampingi mengatakan, Praktek penarikan paksa yang dilakukan oleh Debt Collector di jalan raya terhadap sepeda motor yang dianggap bermasalah sudah sepantasnya dihapuskan oleh Pihak Leasing. Karena cara - cara itu biasanya, Cenderung dilakukan dengan pemaksaan maupun disertai Kekerasan, Padahal peraturan fidusianya juga jelas. Biarkan peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi perusahaan untuk lebih meningkatkan Kinerja dan Pelayanan kepada Konsumen, Khususnya dalam merekrut karyawan Collector Internal dan Eksternal, Jelas Pimpinan Redaksi OPSI.

Sementara itu pihak dari Perwakilan Radana menjelaskan, Dalam perjanjian kontrak dengan konsumen tertulis bilamana debitur menunggak selama tiga bulan berturut - turut harus adanya uang titipan ataupun unit yang dititipkan. Selanjutnya, Setelah pembayaran dilakukan, Konsumen berhak kembali menggunakan motor tersebut, Tutur Perwakilan Radana.

Bagi orang tua korban untuk melunasi tunggakan tidak merasa keberatan, Karena selama ini pembayaran memang diserahkan pada istrinya. Namun yang membuat dirinya merasa kesal adalah kelakuan para Debt Collector yang menghentikan orang seenaknya dan Agus Solikin tetap melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Polrestabes Surabaya dengan no surat  STTLP/B/295/IV/2017/SPKT/RESTABES SBY dalam dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagai dimaksud dalam Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara. ( Arifin/Tim )

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Gerbang News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Berita Apa Yang Anda Sukai?
  Korupsi
  Kriminal

Komentar Terakhir

  • SAEPUDIN,SH

    Mantap...!! ...

    View Article
  • free custom assignments online

    This is a very informative article. I am also agree with your post title and your ...

    View Article
  • Jakarta Sewa Mobil

    Memang nih, debt collector kebanyakan ya memang preman-preman semua. Untung aku gak ...

    View Article
  • top essay writing services

    Loved to read your blog. I would like to suggest you that traffic show most people ...

    View Article