"Sidak Pasar Sememi" DPRD Kota Surabaya Temukan Banyak Pelanggaran Perda

By Team Gerbang 10 Mar 2017, 13:49:03 WIBPemerintah

"Sidak Pasar Sememi" DPRD Kota Surabaya Temukan Banyak Pelanggaran Perda

Surabaya Gerbangnews.com

Polemik Pasar Sememi Bandarejo, Surabaya kini memasuki tahap baru sesuai keputusan rapat hearing komisi C hari Senin tangal 27 februari 2017 yang lalu dimana akan dilakukan Sidak pada tanggal 01 Maret 2017 pukul 10.00 WIB. Pada tanggal yang telah diputuskan, Sidak dipasar Sememi oleh anggota Dewan Komisi C yang dipimpin langsung oleh H. Syaifuddin Zuhri S.Sos dalam Sidak tersebut turut datang Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi Kota Surabaya Novi, Camat Benowo Muslich Hariadi.S.Sos, Lurah Sememi Samsul Arifin dan pihak - pihak yang terkait lainnya.

Disaat Sidak berlangsung, Banyak penemuan - penemuan sangat mencengangkan. Beberapa penemuan sewaktu Sidak antara lain ;
1. Adanya penemuan puluhan pedagang warga diluar Surabaya berdagang dipasar Sememi.
2. Adanya Jual - Beli Stand yang diduga dari paguyuban pasar Sememi ( ada pedagang mengaku beli stand seharga Rp.20.000.000 ).
3. Adanya beberapa stand dibongkar dan digabungkan jadi satu.
4. Adanya pedagang menyewa stand ke pihak tidak jelas sekitar Rp.2.500.000 sampai Rp.3.000.000 per tahun.
5. Adanya satu orang mempunyai lebih dari satu stand dan beberapa pedagang yang dulu berdagang dipasar swadaya dan tercatat sebagai Penduduk Asli Surabaya tidak mendapatkan stand dipasar baru.
6. Adanya tarikan restribusi sebesar Rp.3.500 setiap harinya yang dimana itu sudah jelas merupakan PUNGLI.
7. Adanya beberapa stand yang dikuasi pihak pengurus paguyuban.
8. Adanya bangunan baru berupa lapak - lapak yang baru dibangun dan diduga akan disewakan sekitar Rp.250.000 per bulan.
9. Adanya kantor mengatas namakan Paguyuban Pasar Sememi, Kantor Koperasi Pedagang Pasar Sememi Makmur Sejahtera, Toko Binaan dan Beberapa kantor lainnya yang tidak ada yang mengetahui siapa yang meng ijinkan masuk dan memakai ruangan untuk kantor.

Dari penemuan tersebut Syaifuddin mengatakan, Jelas disini terjadi Pelanggaran Perda. Hal itu terjadi karena tidak becusnya koperasi memantau pasar, tutur Syaifuddin Geram.
" Dalam hearing terakhir pihak Koperasi Surabaya mengatakan Camat meminta mendata pedagang yang masuk dipasar dan hasil data tersebut diserahkan ke pihak Dinas Koperasi, Statment tersebut dituturkan lagi saat Sidak dipasar oleh Syaifuddin. Mendengar ucapan tersebut, Camat Benowo Muslich yang agak jauh berdiri dari tempat berdirinya Syaifuddin segera melangkah mendekat dan mengklarifikasi bahwa sebenarnya yang terjadi itu data lama tahun 2014 sebelum saya menjabat disini. Saya cuman memverifikasi data tersebut dan hasilnya sudah saya sampaikan ke Dinas Koperasi yang pada saat itu Kepala Dinasnya dijabat Pak Hadi ”, Ujar Camat Benowo Muslich.

Disisi lain, Dinas Koperasi yang diwakil kan Novi menuturkan “ Dari penemuan ini kita akan mengkoordinasikan dan memverifikasikan data - data pedagang yang warga Surabaya dan bukan warga Surabaya ”, tutur Novi.

Akan tetapi saat ditanya dengan adanya penemuan Paguyuban dan Koperasi menempati ruangan pasar, Novi mengatakan bahwa semua itu ILEGAL dan akan kita ambil tindakan selanjutnya. Dinas Koperasi mulai hari ini Pasar Sememi akan ditempatkan petugas 24 jam untuk Menjaga dan Mengatur pasar sememi supaya Kondusif dan bisa tertata rapi, jelas Novi.
“ Jika mengenai Jual - Beli dan Sewa - Menyewa, Dinas tidak melakukan itu. Bagi pedagang yang merasa ditipu pihak paguyuban pedagang pasar atau yang mengatasnamakan Koperas, Pedagang silakan melapor ke pihak Kepolisian ,” tutur Novi.

Terakhir Syaifuddin mengatakan kepada pedagang dengan keras “ Mulai hari ini (01-03-2017) para pedagang jangan mau ditarik retribusi Rp.3.500 tiap hari, itu Pungli dan kita akan tindak tegas ”.

Dikesempatan yang berbeda, Kepala Dinas Koperasi Drs. Eko Haryanto, MM saat dikonfirmasi tentang penemuan saat Sidak mengatakan, Bahwa pihak koperasi tidak tahu ada Jual - Beli dan Sewa - Menyewa Stand, Restribusi, Bangunan lapak - lapak baru didalam pasar dan rencananya pihak koperasi akan membongkar lapak - lapak tersebut.

Saat ditanya mengenai ditemukan pedagang bukan warga Surabaya yang menempati stand pasar Eko Haryanto berujar “ Semua pedagang non warga Surabaya sudah dikasih Surat Peringatan untuk keluar dari pasar, Pasti harus keluar karena itu Melanggar Perda ”, jelas Kepala Dinas Koperasi.

Bangunan Pasar Sememi berdiri diatas tanah milik Pemkot Surabaya dan dibangun dari Anggaran Dana APBD Kota Surabaya, Dan semestinya jika ada pihak yang diduga Paguyuban Pasar Sememi menjual stand didalam pasar dan mestinya pihak Kepolisian bisa mengusut itu. Karena ini jelas Melanggar Hukum, Pasar sememi adalah Aset Pemkot Surabaya dan bisa disebut Aset Negara. ( Arifin/Tim )

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Gerbang News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Berita Apa Yang Anda Sukai?
  Korupsi
  Kriminal

Komentar Terakhir

  • Alim Bara

    Prabowo dan Gerindra harus segera membuat gerakan dan sikap tegas atas penghianatan ...

    View Article
  • SAEPUDIN,SH

    Mantap...!! ...

    View Article
  • free custom assignments online

    This is a very informative article. I am also agree with your post title and your ...

    View Article
  • Jakarta Sewa Mobil

    Memang nih, debt collector kebanyakan ya memang preman-preman semua. Untung aku gak ...

    View Article