Satreskrim Polrestabes Surabaya OTT Pegawai Imigrasi Kelas I Tanjung Perak

By Team Gerbang 06 Nov 2017, 21:54:21 WIBPolrestabes Surabaya

Satreskrim Polrestabes Surabaya OTT Pegawai Imigrasi Kelas I Tanjung Perak

Surabaya - Gerbangnews.com

Tim Saber Pungli Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menguak Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan 2 tersangka di Kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya jalan Darmo Indah Raya No. 21 Surabaya, Kamis (2/11/2017).

Kedua tersangka diketahui berinisial JPG (34 tahun) asal Jawa Barat yang tak lain Pegawai di kantor Imigrasi dan AW (43 tahun) Warga Benowo, Pakal Surabaya.

Menurut Kasat Reskrim AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, Penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya menetapkan 2 Tersangka yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan Tersangka JPG dan AW karena telah melakukan penyogokan sejumlah Uang sebesar Rp. 500.000 demi melancarkan pengurusan Pasport. " JPG yang tak lain Pegawai Negeri Sipil Kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjung perak Surabaya bekerja di Kantor Imigrasi sudah 1 tahun, Dalam Jabatan dan Kewenangannya JPG dapat menerbitkan Pasport dengan tujuan mempercepat proses Penerbitan Pasport atas permintaan AW dengan imbalan Uang sebesar Rp. 500 ribu untuk 5 Berkas Pasport, " Ucap Kasat Reskrim AKBP Leonard saat Pers Release, Senin (6/11/2017).

Dalam melancarkan Aksinya, Lanjut Kasat Reskrim menjelaskan, Saat petugas menggeledah di dalam kantornya berhasil menemukan sejumlah Uang sebesar Rp. 14.800.000 (Empat belas juta delapan ratus ribu rupiah) dan Tersangka JPG mengakuinya bahwa uang tersebut miliknya yang diperoleh dari AW dan Biro Jasa lainnya guna bisa mempercepat Pengurusan Pasport, Ujar AKBP Leonard.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas yakni, Uang Tunai Rp. 14.800.000 yang berada di Kantor JPG, 1 unit Handphone merk i phone 6, dan 2 sobekan amplop warna putih, serta 1 buah tas slempang dan dibawa ke Markas Mapolrestabes Surabaya.

Atas perbuatannya, Para Tersangka akan dijerat dengan Pasal 5 dan atau Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 atau UU Nomor 31 Tahun 1999 yang menyatakan, " Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau 
perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara 
paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit 
Rp. 200.000.000.00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu 
miliar rupiah), " Tegas Perwira asli Batak. ( Basori )

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Gerbang News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Berita Apa Yang Anda Sukai?
  Korupsi
  Kriminal

Komentar Terakhir

  • Harga Speaker Aktif Simbadda

    Harga Speaker Aktif Simbadda ...

    View Article
  • Harga Speaker Murah Bass Mantap

    Harga Speaker Murah Bass Mantap ...

    View Article
  • Harga Speaker Aktif Niko Slank

    Harga Speaker Aktif Niko Slank ...

    View Article
  • Harga Speaker ACR 15

    Harga Speaker ACR 15 ...

    View Article