Saksi Istri Terdakwa Tidak Bisa Hadiri Sidang Karena Sakit

By Team Gerbang 05 Okt 2017, 12:16:20 WIBPengadilan Negeri Sampang

Saksi Istri Terdakwa Tidak Bisa Hadiri Sidang Karena Sakit

Sampang - Gerbangnews.com

Sidang Kasus Pemerkosaan yang menimpa Bunga Desa (inisial.red) digelar di Pengadilan Negeri Sampang Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 84 Sampang, Madura, Dalam Sidang kali ini hanya Pemanggilan Saksi - Saksi dan Saksi Pendukung, Rabu (04/10/2017) pukul 10.00 wib.

Menurut Penasehat Hukum Terdakwa H. Abd Razaq, SH mengatakan, Tadi itu sidang tertutup karena Pelecehan Seksual yang ancamannya Pasal 285 tentang Pemerkosaan. Tadi pemeriksaan Saksi Korban dengan Saksi Pendukung lainnya, Kemudian juga diperlihatkan Alat Bukti oleh Majelis Hakim. Dari keterangan Saksi sepertinya sinkron dengan keadaannya, Tutur H. Abd Razaq, SH.

Menambahkan, " Memang ada yang disangkalnya, Tapi itu hanya sebagian kecil. Sekarang ini diancam dengan Pasal Primernya 285, Nanti masalah pembuktiannya tunggu keputusan dari Majelis Hakim. Namun dari Jaksa Penuntut Umum itu dikenakan Pasal 285, " Ungkap Penasehat Hukum Terdakwa.

Lanjut H. Abd Razaq, SH, Saksi yang dipanggil hari ini tidak bisa hadir alasannya sakit. Saksi tersebut masih istri Terdakwa, Karena Korban yang sampai ketemu dengan Terdakwa itu melalui istri dari pada Terdakwa. Istri Terdakwa itulah yang menjadi Jembatan bertemunya Korban dengan Terdakwa, Jelasnya.

Kejadian Pemerkosaan berawal saat Korban Bunga Desa seorang wanita desa yang Lugu serta Polos ini ditelpon oleh Pelaku dan menyuruh Korban ke rumahnya dengan alasan akan dipertemukan dengan seorang laki - laki yang ingin menikahinya, Selanjutnya Korban dibawa oleh Pelaku ke sebuah Gubuk. Korban diancam dengan menggunakan sebilah pisau, Apabila Korban menolak diajak untuk berhubungan badan. Korban ditiup telinganya oleh Pelaku dan pada saat itu juga hilang ingatan, Ketika sadar Korban sudah tidak mengenakan Rok dan Celana.

Korban Bunga Desa saat dikonfirmasi Gerbangnews.com mengatakan, Saya berharap kepada Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum agar menghukum Terdakwa dengan seberat - beratnya, Bila perlu di Hukum Seumur Hidup, Ungkapnya Sedih.

Menambahkan, " Pemerkosaan ini terjadi pada diri saya, Bagaimana jika itu terjadi pada Anak seorang Pejabat seperti Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum, dan Anak - anak lainnya? Bagaimana Perasaan dan Beban Moral yang harus ditanggung? Terdakwa ini harus di Hukum Berat, " Katanya sambil menangis.

Agenda Sidang minggu depan masih pemanggilan Saksi - Saksi, Bersambung. ( Uddin )

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Gerbang News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Berita Apa Yang Anda Sukai?
  Korupsi
  Kriminal

Komentar Terakhir

  • SAEPUDIN,SH

    Mantap...!! ...

    View Article
  • free custom assignments online

    This is a very informative article. I am also agree with your post title and your ...

    View Article
  • Jakarta Sewa Mobil

    Memang nih, debt collector kebanyakan ya memang preman-preman semua. Untung aku gak ...

    View Article
  • top essay writing services

    Loved to read your blog. I would like to suggest you that traffic show most people ...

    View Article