Pakde Karwo Kembali Ingatkan Pengembangan Agrobisnis

By Team Gerbang 24 Sep 2017, 20:33:12 WIBPemprov Jatim

Pakde Karwo Kembali Ingatkan Pengembangan Agrobisnis

Surabaya - Gerbangnews.com

Pertumbuhan Ekonomi Jatim yang terus meningkat salah satunya didukung oleh sektor UMKM, Dimana sektor Agrobisnis menjadi Fokus Utama. Untuk itu, Sebagai upaya meningkatkan Kesejahteraan dan Ekonomi Umat, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo kembali mengingatkan konsep pemberian nilai tambah pada sektor Pertanian/Agrobisnis.

“ Dalam ilmu pengetahuan disebut Science and Technology, Jadi bahan baku di ubah menjadi bahan jadi seperti pisang diolah menjadi Keripik Pisang, Ini harus dilakukan di Produsen/Petani. Setelah itu, Industri perlu pembiayaan murah, Baru kemudian mereka bisa Berkompetisi, ” Terang Pakde Karwo-sapaan lekat Gubernur Jatim saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III PWNU Jatim di Graha Residence Surabaya, Minggu (24/09/2017).

Pakde Karwo mengatakan, Permasalahan serius saat ini sebanyak 36,49 persen Tenaga Kerja, Di sektor Pertanian hanya menyumbang 13,31 persen PDRB Jatim. Untuk itu, Agar petani melakukan proses industri terhadap hasil produksinya, Sehingga memberikan nilai tambah. Selain itu, Dalam pengembangan industrinya, Mereka diberi suku bunga rendah. Caranya dengan membentuk Koperasi Petani yang terdiri dari, Tiga Gapoktan untuk kemudian diberi bantuan seperti Mesin Giling penghasil beras Premium. Ini dilakukan agar petani tidak menjual gabah kering panen, Tapi diolah menjadi gabah kering giling dan selanjutnya para petani diberi pelatihan soal Packaging.

“ Kami akan coba di lahan 10x200 hektar, Jadi tanahnya disewa, Tenaga kerjanya dibayar. Nanti dua tahun bisa mengembalikan pinjaman tersebut atau tidak, Ini ditawarkan sekaligus untuk melihat apakah pemberian suku bunga rendah lebih tepat sasaran dibanding pemberian Subsidi Pupuk, ” Jelasnya sembari menambahkan langkah ini akan dilakukan untuk berbagai Komoditi selain Beras juga Kakao, Kopi, Kerapu dan lain - lain.

Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo menjelaskan kinerja sektor pertanian di Jatim yang terus meningkat. Dimana Jatim Surplus Beras sebanyak 5.135.177 Ton, Beras untuk memenuhi 45,04 juta jiwa. Surplus ini juga terjadi di Komoditas seperti jagung sebesar 5.717.790 Ton, Hingga Agustus 2017 beberapa Komoditas juga tercatat mengalami Surplus seperti Cabai Merah sebesar 1.480 Ton, Cabai Merah Keriting sebesar 635 Ton, Cabai Rawit Merah sebesar 16.815 Ton, dan Bawang Merah sebesar 25.323 Ton.

Pembangunan SDM Jadi Kunci

Pada kesempatan ini, Pakde Karwo menjelaskan bahwa pada Tahun 2019 nanti Jatim akan mengalami Bonus Demografi, Dimana jumlah penduduk usia produktif (15 - 64 tahun) mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk. Fenomena ini harus diantisipasi dengan Dual Track pengembangan SDM, Salah satunya pendidikan Vokasional.

Pendidikan Vokasional ini bisa melalui jalur Formal yakni pengembangan SMK dan SMK Mini yang terus bekerjasama dengan berbagai Negara seperti Jerman, Australia Barat maupun Amerika Serikat. Sedangkan sektor Informal melalui pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) yang berstandar Internasional.

“ Konsep dan Basis Spiritual masyarakat Jatim sudah bagus, Tinggal menambah keterampilan yaitu melalui Pendidikan Vokasional. Nanti kita juga akan masuk ke pesantren - pesantren dan Tahun 2018 nanti kita fokus di Madura, ” Terangnya.

Bahas Masalah Ekonomi

Sebelumnya, Ketua PWNU Jatim KH. Hasan Mutawakkil Alallah, SH, MM mengatakan, Pelaksanaan Muskerwil ini sebagai Forum untuk membahas program kerja yang melalui proses perencanaan. Muskerwil ini akan membahas berbagai hal yakni Evaluasi Program Kerja sebagai tindak lanjut amanah konferensi wilayah, Membuat peta jalan untuk memaksimalkan kinerja organisasi, serta menentukan sikap dan pendapat PWNU yang akan dibawa dalam Munas PBNU nanti. Dalam Muskerwil ini juga akan fokus dibahas masalah ekonomi yang mendesak untuk dipikirkan. “ Umat kita tak sekedar hidup semata di atas Ideologi, Tapi perlu adanya penguatan ekonomi, ” Katanya.

Sementara itu, Sekjen PBNU Dr. Ir. H. Helmy Faishal Zaini mengatakan, Melalui Muskerwil ini diharapkan NU dapat fokus dalam tiga bidang, yakni Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi. Menurutnya, Secara Demografis warga NU ada 91,2 juta jiwa. Besar jumlah, Akan tetapi kecil perannya. Untuk itu diperlukan peran Pemerintah dalam melakukan upaya Transformasi, Agar ketimpangan ekonomi tak semakin melebar. Untuk itu, Salah satu Program yang sudah dilakukan adalah pengembangan Ultra Mikro bekerjasama dengan Kementerian Keuangan serta MoU dengan OJK terkait Suku Bunga Murah. “ Mari kita segera lakukan Pemetaan dan Formula, Agar Transformasi Ekonomi ini dilakukan secara cepat, ” Ungkapnya.

Tema Muskerwil kali ini “ Percepatan Implementasi Program Strategis NU Jatim. ” Turut hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf, Ketua DPRD Prov. Jatim Abdul Halim Iskandar dan Pengurus PCNU se-Jatim. ( Syam/Dewi )

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Gerbang News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Berita Apa Yang Anda Sukai?
  Korupsi
  Kriminal

Komentar Terakhir

  • best electric shaver

    sure, extraordinary US navy force. additionally, in his post you have got given a ...

    View Article
  • poker online terpercaya

    Adapun peristiwa itu terjadi, Ketika Korban dan 10 orang temannya mencuri memoto ...

    View Article
  • atap dingin

    betul nih saat nya produksi berjalan lagi. di sekitar saya bahkan banyak pabrik atap ...

    View Article
  • jual soloco asli

    for me this is a very very good information, because its contents make us become ...

    View Article