Majelis Pers Nasional "MPN" Tunjukkan Kerja Nyata Bantu Udin Penderita Tumor Mata

By Team Gerbang 19 Feb 2017, 09:48:55 WIBKesehatan

Majelis Pers Nasional "MPN" Tunjukkan Kerja Nyata Bantu Udin Penderita Tumor Mata

Surabaya Gerbangnews.com

WhatsApp (WA) Group Resmi Majelis Pers Nasional (MPN) cukup bermanfaat sekali bagi Insan Pers, Kita bisa mendapatkan informasi Update. Seperti penderita Tumor Mata yang bernama Udin asal Kendari Sulawesi Tenggara yang sudah 2 bulan tinggal di Surabaya untuk menunggu antrian operasi di RS.Dr.Soetomo Surabaya, Kamis 16 Januari 2016 sore hari.

Informasi tersebut langsung di respon wartawan yang tergabung di MPN, Setelah dikasih tahu alamat kos penderita oleh Rahman anggota Tim MPN Indonesia timur di Kendari. Meluncurlah 2 wartawan anggota MPN Surabaya yaitu Syamsul dari GerbangNews dan Dedik dari Panjinasional.

Sesampai ditempat kost penderita yang bernama Udin, Maka salah satu keluarga penderita bernama Vino menceritakan “ Saya dan kakak ipar saya yang sakit bernama Udin, Sudah 2 bulan tinggal dikost dan tidak tahu sampai kapan menunggu antrian operasinya mas ” ujar Vino.

Melihat keadaan penderita yang begitu semakin memprihatinkan, Kedua wartawan sepakat menolong dengan Inisiatif yang didorong beberapa anggota MPN dalam komunikasi Group WA. Keesokan harinya sekitar pukul 09.00 WIB, Mereka berkumpul dirumah sakit Dr.soetomo.

Berbekal dari informasi dari wartawan Majalah Fokus Candra yang telah menghubungi Dr. Joni Wahyuhadi, Kepala Koordinator Pelayanan RS Dr Soetomo Surabaya “ Temui Dr Joni, Sudah saya kabari melalui SMS pasti dibantu ” ujar Candra. Maka Syamsul dan Dedik bersama Vino pagi itu bergegas mencari ruangan Dr Joni, Setelah ketemu Dr Joni Wahyuhadi mereka mengutarakan maksud kedatangannya dan berharap membantu pasien tersebut. Lalu dengan ramah tamah, Dr Joni Wahyuhadi langsung memberikan bantuan dengan memberi memo supaya pasien bisa opname. Setelah telepon ke bagian ruangan tidak berapa lama muncul Dr. Eka Basuki “ Pak, Ini tolong dibantu pasien dari Kendari sudah menunggu selama 2 bulan untuk operasi. Tolong ya dok ,” ujar Dr.Joni ke Dr.Eka.

Dengan sigap, Dr.Eka langsung membawa berkas pasien Udin sambil mengantar Tim MPN menuju Gedung Bedah Pusat Terpadu selanjutnya bertemulah dengan Dr Ardiansyah “ Dok, Tolong pasien ini dicarikan kamar. Ini berkasnya, Ada memo dari Dr Joni juga “,ujar Dr Eko ,” siap dok ” jawab Dr Ardiansyah.

Dalam penantian menunggu kabar dari Dr. Ardiansyah, Muncullah Bambang kepala team Investigasi Panjinasional turut mendorong tim MPN dan tidak lama muncul juga Glewoh dari media Sigap 88 tanpa diundang wartawan anggota MPN siap bergabung dan datang ke RS untuk membantu pasien Udin, “ Kalau ada orang susah, Saya pasti datang mas. Apalagi ini orang sakit ,” ujar Bambang yang diamini Glewoh. Setelah menunggu beberapa saat muncul Dr Ardiansyah dan berbicara dengan Vino saudara pasien, Supaya pulang dulu dan menunggu telepon dari pihak RS yang akan memberitahukan adanya kamar kosong apa tidak.

Dari keterangan tersebut, Vino dan wartawan berbagai media anggota MPN beranjak pergi meninggalkan gedung. Sesampai diluar gedung, Dipinggir jalan muncul Candra wartawan Majalah Fokus membahas masalah pasien Udin “ Mending ditunggu aja, Tidak usah pulang daripada bolak balik ” ujar Candra. Sepakatlah kita menunggu, Tapi Glewoh minta maaf pamit karena ada rapat wartawan sigap 88 ditanam bungkul dan Bambang juga berpamitan ada keperluan urgen.

Setelah ditunggu sampai pukul 1 siang masih belum ada kabar dari pihak Rumah sakit, Sepakat Vino, Syamsul, Candra dan Dedik untuk masuk ke rumah sakit lagi guna menanyakan kenapa belum ada kabar. Syamsul dengan sigap telepon Dr Eka menanyakan mengapa belum ada kabar dari Dr Ardiansyah mengenai kamar yang kosong, Maka tidak beberapa lama Dr Ardiansyah datang dan berujar “ Sudah saya cek dan ada kamar kosong, Tapi jadwal operasi belum bisa ditentukan ”.

Mendengar itu semua, Wartawan tim MPN mengucapkan syukur Alhamdullilah. Vino menelepon Udin untuk naik taksi menuju ke rumah sakit, Tidak berapa lama Udin datang dan mengucapkan terima kasih telah dibantu. ” Saya terima kasih mas - masnya bantu dan keluarga dikendari juga berterima kasih kesemua anggota MPN yang dengan sukarela membantu saya, Sehingga penantian saya bisa operasi mata segera terlaksana ” ujar pasien Udin sambil terisak menahan tangis kegembiraan.

Setelah semua urusan rawat inap selesai, Pamitlah Syamsul, Candra dan Dedik untuk pulang. “Alhamdullilah mas, Kita bisa bantu orang. Dengan jiwa yang besar, Itu harus dan perlu, kata candra diamini Samsul dan Dedik. ( Arifin/Tim )

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Gerbang News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Berita Apa Yang Anda Sukai?
  Korupsi
  Kriminal

Komentar Terakhir

  • Rental Mobil

    Wow,, gelapin 20 mobil rental, canggih amat... udah lihai ini mah. Pengusaha besi ...

    View Article
  • jajaran jasa seo

    Good to know that... I love your site very much. ...

    View Article
  • Harga Speaker Aktif Terbaik

    Harga Speaker Aktif Terbaik ...

    View Article
  • harga speaker aktif murah berkualitas

    harga speaker aktif murah berkualitas ...

    View Article