Drs. Maripin Munthe Perintahkan Media Dalam Naungan AKRINDO Lawan Berita Bohong/HOAX

By Team Gerbang 05 Okt 2017, 12:08:29 WIBAkrindo

Drs. Maripin Munthe Perintahkan Media Dalam Naungan AKRINDO Lawan Berita Bohong/HOAX

Jakarta - Gerbangnews.com

Maraknya berita - berita Hoax atau pun Berita Bohong yang tidak jelas dari mana sumbernya dan semakin tidak terbendung lagi, Ketua Umum Assosiasi Kabar Online Indonesia (AKRINDO) Drs. Maripin Munthe angkat bicara dan sangat menyesalkan karena juga berdampak langsung kepada Media - Media Jurnalistik yang benar - benar dalam mencari Berita serta Masyarakat pada umumnya.

Ketua Umum AKRINDO Drs. Maripin Munthe menjelaskan, Hoax itu sama dengan Teroris. Jadi, Berkembangnya berita - berita Hoax di media sosial (medsos) yang tidak bertanggung jawab dan Merusak tatanan kehidupan dalam bermasyarakat bahkan menggiring Issu ke Ranah Politik. Apalagi sekarang Berita Hoax ditujukan ke Dunia Bisnis yang dengan sengaja menghembuskan Berita Bohong untuk menjatuhkan Saingan Bisnisnya, Menghancurkan kepribadian seseorang, dan bahkan masa depannya, Tutur Drs. Maripin Munthe, Kamis (05/10/2017).

Menambahkan, " Kami selaku Ketua Umum AKRINDO menyerukan kepada rekan - rekan Media Online yang benaung dalam Wadah AKRINDO agar berperan serta membendung berita - berita Hoax yang sengaja dilontarkan untuk membelenggu Opini masyarakat. Oleh karena itu, Insan Media Online dalam menyajikan pemberitaan harus memperhatikan Fakta Peristiwa dan Waktu Dalam Pemberitaan yang sesuai dengan Undang - Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yaitu berpedoman pada 5W + 1H. " Jelas Ketua Umum AKRINDO.

Perlu diketahui masyarakat, Dalam Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik atau Teknologi Informasi secara umum. Dalam Pasal 45A yang berbunyi, " Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) Tahun dan/atau Denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah). ( Syam )

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Gerbang News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Berita Apa Yang Anda Sukai?
  Korupsi
  Kriminal

Komentar Terakhir

  • SAEPUDIN,SH

    Mantap...!! ...

    View Article
  • free custom assignments online

    This is a very informative article. I am also agree with your post title and your ...

    View Article
  • Jakarta Sewa Mobil

    Memang nih, debt collector kebanyakan ya memang preman-preman semua. Untung aku gak ...

    View Article
  • top essay writing services

    Loved to read your blog. I would like to suggest you that traffic show most people ...

    View Article